Pharmacophore


Definisi resmi dari IUPAC, 1998: "Farmakofor adalah sekumpulan fitur sterik dan elektronik yang penting untuk menjamin interaksi supramolekular yang optimal dengan struktur target biologis yang spesifik dan untuk memicu (atau menghambat respons biologisnya".

Farmakofor adalah susunan tiga dimensi dari atom dalam molekul obat yang memungkinkan untuk berikatan dengan reseptor yang diinginkannya dan bertanggung jawab dengan respon  biologis karena terikat dengan reseptor yang dikehendakinyav

Metode farmakofor melakukan pencarian bagian mana yang berperan dalam senyawa tersebut. Berperan di sini maksudnya berperan dalam bereaksi dengan reseptor. Jika diandaikan sebuah senyawa  seperti tubuh manusia, maka akan dicari bagian mana yang akan mampu berinteraksi dengan orang lain. Misalkan tangan untuk salaman. Maka bagian tangan inilah yang nantinya akan dijadikan titik utama dalam simulasi. Bagian yang dianggap memiliki peran dalam interaksi ini harus memiliki beberapa kesamaan dengan reseptor. Seperti sifat fisikokimia, seperti sifat elektronik, hidrofobik dan sterik. Sama halnya denga mencari pasangan, pasti kita akan mencari beberapa kesamaan dengan pasangan kita. Entah itu hobi atau kesukaan makanan. Bukan mencari perbedaan yang malah akan semakin jauh dari harapan cinta, ceileee, hihi. Nah itulah prinsip dari metode farmakofor.

Identifikasi Farmakofor

  • Mendefinisikan kelompok-kelompok penting yang terlibat dalam pengikatan
  • Mendefinisikan posisi relatif dari kelompok pengikat
  • Perlu diketahui konformasi aktif
  • Penting untuk desain obat
  • Penting untuk penemuan obat
  •  

Struktur 2D farmakofor

Mendefinisikan kerangka minimum yang menghubungkan kelompok pengikat penting


Struktur 3D farmakofor

Mendefinisikan posisi relatif di ruang kelompok pengikat penting


Tipe ikatan farmakofor

Note : mendefinisikan posisi relative diruang pada interaksi ikatan penting yang membutuhkan untuk aktifitas

  • Hydrogen bonding acceptor
  • Hydrogen bonding donor
  • van der Waals interaction
  • Ionic interaction

Contoh :


 

Konformasi aktif

  • Konformasi diadopsi oleh obat saat mengikat targetnya
  • Identifikasi konformasi aktif diperlukan untuk mengidentifikasi farmakofor 3D
  • Analisis konformasional mengidentifikasi kemungkinan konformasi dan stabilitasnya
  • Analisis konformasional sulit bagi molekul fleksibel dengan sejumlah besar konformasi
  • Lebih mudah membandingkan aktivitas analog yang kaku

 pertanyaan :
1. bagaimana cara menentukan ikatan farmakofor?
2. apakah semua obat bias didesign menggunakan farmakofor ?
3. kelebihan dan kekurangan farmakofor ?

 

 

 

Prof. Dr. Harno Dwi Pranowo, M.Si. 2009. Peran Kimia Komputasi dalam Desain Molekul Obat. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada

 

Komentar

  1. Hai debi
    Manakah bagian/gugus penting dari morfin yang berperan sebagai sisi aktif?

    BalasHapus
  2. jawaban no 1. menentukan ikatan farmakofor dapat dilakukan dengan mengamati stukur dari zat aktif itu sendiri, kemudian kita mengidentifikasi jenis ikatan yang terjadi apakah HBD, HBA atau ikatan van der wall

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan apa yang dikatakan kak dayang dengan mengetahui HBD,HBA dan ikatan van der walls maka kita akan tau ikatan farmakopor nya

      Hapus
    2. ingin menabhakan, untuk mengetahui ikatannya, diawli dengan mengetahui bentuk struktur umum dr obat tersebut, dan gugus mana yang berpotensi dalam pengubahan fungsi obat/ senyawa yang lebih efektif/baik

      Hapus
  3. No. 2, menurut pandangan saya, bisa, karena seluruh obat memiliki struktur kimianya masing masing yang bisa re-structurized. Selagi kita bisa mengetahui sisi aktif dari obat tersebut untuk diganti dengan molekul lain yang mampu meminimalisir efek samping tanpa menghilangkan khasiat obat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sependapat dengan kak hilda, tetapi kita harus mengetahui struktur kima obat serta respetornya dan akibat yang ditimbulkan oleh interaksi molekul obat dengan gugus fungsional molekul reseptor tersebut

      Hapus
    2. saya ingin menambahkan untuk mendesign obat kita harus menngetahui gugus fungsional pada obat tersebut. Setelah kita mengetahui dapat kita modifikasi dengan 2D atau 3D dan akan menjadi obat baru dengan efek toksik yang berkurang

      Hapus
  4. no 3
    mnrt saya kelebihan farmakofor ini sndri sgt la penting utk mengetahui struktur dr obat itu sendiri tentunya jika mau menentukan struktur baru dari turunannya

    kekurangan farmakofor ini krn sgt sulit utk memisahkan senyawa murni sehingga sering trjdi kesalahan
    itula mnrt saya jika salah mohon di koreksi

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

      Hapus
  5. Saya ingin menjawab pertanyaan nomor 1.
    Menemukan gugus farmakofor penting (gugus fungsi), yaitu bagian molekul obat yang dapat memberikan aksi farmakologi. Respons biologis merupakan akibat interaksi molekul obat dengan gugus fungsional molekul reseptor. Interaksi ini dapat berlangsung karena kekuatan ikatan kimia tertentu. Tipe ikatan kimia yang terlibat dalam interaksi obat reseptor antara lain adalah ikatan-ikatan kovalen, ion-ion yang saling memperkuat (reinforce ions), ion (elektrostatik), hidrogen, ion-dipol, dipol-dipol, van der Waal’s, ikatan hidrofob dan transfer muatan.

    BalasHapus
  6. 3. dari beberapa artikel yang saya baca, salah satu kelebihan farmakofor adalah, dapat diketahui bagaimana ikatan suatu obat dengan reseptor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin menambahkan, farmakofor ini berguna untuk mengetahui bagian aktif atau sisi aktif dari suatu senyawa yg dpt brikatan dgn reseptor sehingga nantinya dpt dimodifikasi untuk dpt memberikan efek yg lbih optimal dn efek samping yg minimal

      Hapus
  7. untuk jawaban nomor 3. kelebihan farmakofor ini adalah untuk menghemat biaya penelitian dan waktu yang digunakan dalam meneliti ata mendesaign obat baru, sedangkan kekurangannya tidak mudah untuk mencari analog yang sesuai dengan farmakofor bisa saja analog yang sesuai dengan farmakofor dapat menimbulkan efek toksisitas yang lebih besar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju, dimana farmakofor adalah titik acuan untuk mencari senyawa yg sesuai ygdigunakan untuk mendesain obat baru, namun ada kelebihan dan kekurrangan dalam menentukan farmakofor yg sesuai

      Hapus
  8. no 1
    a. Meningkatkan absorpsi obat
    b. Mengoptimalkan waktu distribusi obat
    c. Modifikasi aktivitas intrinsik farmakologis
    d. Memperkecil biodegradasi obat
    e. Mengembangkan penerimaan obat.

    BalasHapus
  9. no 1 menentukan ikatan farmakofor dapat dilakukan dengan mengamati stukur dari zat aktif itu sendiri, kemudian kita mengidentifikasi jenis ikatan yang terjadi apakah HBD, HBA atau ikatan van der wall

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer