Tugas : oxamniquine
Oxamniquine merupakan Sebuah
anthelmintik dengan aktivitas schistosomicidal melawan Schistosoma mansoni,
namun tidak melawan Schistosoma spp lainnya. Oxamniquine
menyebabkan cacing bergeser dari pembuluh darah mesenterika ke hati dimana
cacing jantan dipertahankan; Cacing betina kembali ke
mesenterium, tapi tidak bisa lagi melepaskan telur. (Dari
Martidale, The Extra Pharmacopoeia, 31 ed, p121)
C 14
H 21 N 3 O 3
(7-nitro-2 - {[(propan-2-yl) amino] metil}
-1,2,3,4-tetrahydroquinolin-6-yl) methanol
Indikasi Untuk pengobatan Schistosomiasis disebabkan oleh Schistosoma mansoni
Farmakodinamik Oxamniquine
adalah anthelmintik dengan aktivitas schistosomicidal melawan Schistosoma
mansoni , namun tidak melawan Schistosoma spp lainnya.
Oxamniquine
menyebabkan cacing bergeser dari pembuluh darah mesenterika ke hati dimana
cacing jantan dipertahankan; Cacing betina kembali ke
mesenterium, tapi tidak bisa lagi melepaskan telur.
Mechanism aksi Oxamniquine dapat berasosiasi dengan penghambatan
ireversibel metabolisme asam nukleat dari parasit. Sebuah
hipotesis telah diajukan bahwa obat tersebut diaktifkan dengan satu langkah, di
mana enzim sulfatransfer schistosome mengubah oxamniquine menjadi ester
(mungkin asetat, fosfat, atau sulfat). Selanjutnya, ester secara
spontan terdisosiasi, reaktan elektrofilik yang dihasilkan mampu mengalkilasi
DNA schistosom
Pharmacophore dr Oxamniquine
Reference Filho RP, de Souza Menezes
CM, Pinto PL, Paula GA, Brandt CA, da Silveira MA: Perancangan, sintesis, dan
evaluasi in vivo dari oxamniquine methacrylate dan prodrug akrilik.
Bioorg
Med Chem. 2007 Feb 1; 15 (3): 1229-36. Epub
2006 16 November.
Permasalahan :
- Bagaimana cara menentukan HBA (H-bonding acceptor) / HBD ( H-Bonding Donor)
- Bagaimana sintesis dr oxamniquine ?
- Apa saja efek samping dari oxamniquine ?
- dimana metabolism oxamniquine ?
- apakah oxamniquine dijual dipasaran ?
- apakah ada senyawa dari alam yang mekanismenya sama dengan oxamniquine ?
- berapakah dosis yang tepat untuk penderita schistosomiasis ?
Oxamniquine dapat menyebabkan timbulnya pusing, halusinasi, distorsi realitas, sakit kepala dan insomnia
BalasHapusLalu bagaimana dg gejala timbulnya efek samping?
Hapusmenambahkan jawaban kak dayang, selain itu, oxamniquine juga dapat menyebabkan kejang pada penderita epilepsi, wanita hamil , gagal jantung dan gagal ginjal
HapusMenurut yg saya baca efeksamping oxamniquin itu dapat menyebabkan ngantuk, pusing, sakit kepala, dan halusinasi .
BalasHapusSaran saja jika efek samping tersebut berkepanjangan maka segera hubungi dokter. Trimakasih
Terimakasih banyak balqis
Hapushay deny saya ingin mencoba mnjwab pertanyaan nomor 6
BalasHapusdari artikel yang saya baca obat nya adalah Praziquantel, praziquantel adalah obat-obatan yang dapat diberikan dalam jangka pendek untuk mengatasi infeksi. Obat ini dapat membantu walau pasien telah mencapai tahap lanjut dari penyakit. Obat ini biasanya efektif, selama kerusakan atau komplikasi signifikan belum terjadi. Namun, obat ini tidak mencegah kembalinya infeksi.
Obat-obatan steroid juga dapat digunakan untuk meringankan gejala schistosomiasis akut, atau gejala yang disebabkan oleh kerusakan pada otak atau sistem saraf.
saya akan menjawab pertanyaan nomor 4, menurut artikel yang saya baca oxa di metabolisme di hati
BalasHapusSaya sependapat dengan kak Tania, dimana Oxamniquine sama seperti obat-obatan umunya, yaitu dimetabolisme di hati
Hapus7. Oxamniquine. Obat ini sangat efektif hanya untuk S. mansoni. Dosis sekali 12-15 mg/kg/hari. Ada juga yang memberikan 40-60 mg/kg/hari dosis terbagi 2 atau 3 selama 2-3 hari, diberikan bersama makanan. Angka kesembuhan 70-95%.
BalasHapusUntuk jawaban no 5
BalasHapusYang saya tau Oxamniquine sudah ada dipasaran dengan sediaan kapsul dan nama dagangnya vansil 250 mg
Jawaban nomor 7 yaitu :
BalasHapusDosis penggunaan
Efektif hanya untuk S. mansoni. Dosis sekali 12-15 mg/kg/hari. Ada juga yang memberikan 40-60 mg/kg/hari dosis terbagi 2 atau 3 selama 2-3 hari, diberikan bersama makanan. Angka kesembuhan 70-95%
4. Oxamniquine sama seperti obat-obatan yang lainnya yaitu termetabolisme di hati melalui bantuin enzim-enzim yang berada di organ hepar tersebut
BalasHapusbiasanya obat yang di metabolisme di hati dibantu dengan enzim sitokrom p45 ya kan kak..,
HapusSaya ingin mennaggapi prtanyaan no 5 ya deb, yg hampir mirip prtanyaan diblog saya dan dari byknya komentar bhwa oxamniquine tdk dijual dipsaran di indonesia shg sulit dicari. Utk obat schistosomiasis yg byk dipsaran itu praziquantel yg meknisme krja obatnya hampir sama. Mngkin bgitu yaa...
BalasHapus4. oxamniquine dimetabolisme dihati
BalasHapusEfek samping terjadi dalam beberapa jam berupa pusing, vertigo, mual-muntah, diare, sakit perut dan sakit kepala. Walaupun jarang terjadi dapat terjadi perubahan tingkah laku, halusinasi, kejang-kejang setelah 2 jam obat di telan. Obat ini mempunyai efek mutagenic dan teratogenik, sehingga tidak boleh diberikan pada ibu hamil.
BalasHapusno 3
BalasHapusBeberapa efek samping ini langka tetapi serius adalah :
Pusing
Kantuk
Sakit kepala
Perubahan perilaku
Perangsangan
Halusinasi
Saya setuju dengan kak anisa silvi, sebagai tambahan, efek sampibg obat yang mengandung oxamniquine yg bisa terjadi yaitu,
HapusDistorsi realitas
Insomnia
Rasa tidak enak
Amnesia reversibel
No 7 menurut artikel yang saya baca
BalasHapus.Dosis sekali 12-15 mg/kg/hari. Ada juga yang memberikan 40-60 mg/kg/haridosis terbagi 2 atau 3 selama 2-3 hari.
Efek-efek samping oxamniquine memungkinkan, tetapi tidak selalu terjadi. Beberapa efek samping ini langka tetapi serius. Konsultasi pada dokter Anda jika Anda melihat efek samping berikut, terutama jika efek samping tidak hilang. memunginkan terjadi seperti :Pusing,Kantuk,Sakit kepala,Perubahan perilaku,Perangsangan,Halusinasi.
BalasHapusdosis yang tepat untuk penderita schistosomiasis Dosis sekali 12-15 mg/kg/hari.
no 3.
BalasHapusAdapun efek samping dari penggunaan obat ini antara lain:
1. Mengantuk
2. Sakit kepala
3. Mual
4. Diare
5. Warna urin menjadi kemerahan
2.berdasarkan artikel yang saya baca, Salah satu metode untuk mensintesis oxamniquine yaitu dimulai dari struktur kuinolin (I). Substituen metil pada cincin heterosiklik secara selekif diklorinasi dan alkil klorida (II) mengalami substitusi nukleofilik dengan 2-aminopropana untuk membentuk struktur III. Reduksi dengan gas hidrogen menggunakan katalis nikel membentuk tetrahydroquinoline (IV), dimana nitrat untuk memberi campuran isomer. Ini terpisah dan isomer yang diinginkan kemudian mengalami hidroksilasi dengan adanya jamur Aspergillus sclerotiorum. Enzim mikroba mengkatalis reaksi oksidasi.
BalasHapus